Anggota DPRD, Fahrudin Alroji : ” Tanah saya di jual orang, apakah itu nyerobot “

waktu baca 2 menit
Sabtu, 21 Okt 2023 22:03 0 607 jambiotoritas

JambiOtoritas.com, TEBO – Anggota DPRD kabupaten Tebo, Fahruddin Alroji yang akrab disapa Aji Citra, menampik tudingan penyerobotan tanah yang saat ini sedang dibangun Tower jaringan seluler, seperti yang dinyatakan kuasa hukum Lili Daniawati, Fauzan, SH.I. Menurut dia, tanah yang dimaksud dibelinya sejak 2009 lalu, dengan alas hak surat jual beli, lengkap saksi dan saksi batasnya lengkap semua.

Menurut Fahruddin, mengatakan bahwa sejak saat itu, saya dirikan rumah kemudian digunakan (keponakan) untuk tempat usahanya. Karena dia terlilit hutang sebanyak enam juta rupiah, dan tidak ada uang membayarnya, kemudian terpaksa dia menjualnya.

Baca Berita Terkaitnya :


” Karena dia tidak punya uang membayar hutang itu. Oleh Lili, dia dipaksa untuk mengambil tanah itu,” jelas Faharudin Alroji, Sabtu (21/10/2023) via sambungan teleponnya.

Peristiwa transaksi jual beli, antara Lili dan Mandrak pada tahun 2021 itu, kata Fahrudin, tidak sah. Karena dia dipaksa menjual karena hutang -piutang. Saksi -saksi penjualan, seperti RT dan anaknya, ketika saya klarifikasi mengungkapkan bahwa mereka dipaksa menandatangani surat itu. Selanjutnya, saya yang berbatasan langsung sebagai saksi dengan mertuanya (Mandrak) itu sebagai saksi batas tidak ada bertandatangan juga.

” Jadi saya ini menyerobot yang mana. Kalau memang maunya dia melaporkan saya ke Polres, apa boleh buat pasti saya hadapi. Alas hak saya, jelas ada surat jual beli tahun 2009,” katanya.

Seperti dinyatakan kuasa hukum Lili Daniawati bahwa bukti tanah tersebut merupakan milik kliennya juga dapat dibuktikan dengan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah atau Sporadik yang ditanda tangani oleh Kades Lubuk Mandarsah Zulpan Saripudin dan Kadus Pelayang Tebat, M.Yunan tertanggal 25 November 2022.

Sebelumnya, tanah milik kliennya tersebut dibeli dari Mandrak pada tahun 2021 bulan Desember. Pada saat itu lanjut Fauzan, sebelumnya Mandrak memiliki hutang kepada orang tua kliennya. Kemudian kliennya tersebut menagih hutang tersebut kepada Mandrak. Karena Mandrak tidak memiliki uang, akhirnya Mandrak menyerahkan tanah tersebut kepada kliennya sebagai pengganti hutang.

Dalam prosesnya, ternyata Mandrak juga meminta uang sebesar Rp 6 juta kepada kliennya. Dikarenakan harga tanah dengan jumlah hutang Mandrak kepada orang tua kliennya tersebut lebih besar harga tanahnya dan akhirnya, kliennya pun mengabulkan permintaan Mandrak dan kemudian, kliennya bersama Mandrak pun telah sepakat terjadi jual beli tanah tersebut dan sejak saat itu tanah tersebut telah sah menjadi hak milik kliennya hingga saat ini. (JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA