Hadiri Sosialisasi Ormas, SMSI Tebo Minta Pemda Mendeteksi Potensi Konflik Sejak Dini

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Jun 2025 19:48 1274 JambiOtoritas
Wakil ketua DPC SMSI kabupaten Tebo ikuti sosialisasi Ormas yang diselenggarakan Badan Kesbangpol Tebo, Kamis (26/6/2025)/foto JOS

JambiOtoritas.com, TEBO- Sesuai instruksi menteri dalam negeri (Mendagri) dan menteri koordinator bidang politik hukum dan keamanan (Menkopolhukam), pemerintah daerah Tebo melalui badan kesejahteraan bangsa dan politik lakukan sosialisasi terkait keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas). Kepala Badan Kesbangpol Tebo, Sugiyarto, mengatakan bahwa sesuai instruksi Mendagri dan Menkopolhukam, bahwa setiap daerah Kab/Kota dan Provinsi supaya membentuk Satgas penertiban Ormas dan Premanisme.

Dikatakan dia, bahwa untuk kabupaten Tebo, Pemkab sudah menyiapkan administrasinya. ” Saat ini tengah berproses di bagian hukum Setda Tebo. Menjelang proses dibagian hukum selesai kita lakukan sosialisasi terlebih dulu,”ujarnya, Kamis (26/6/ 2025).

Untuk Ormas di daerah masih normal, berbeda dengan kota-kota besar, sudah berebut wilayah, intimidasi perusahaan yang akan berinvestasi merasa terganggu dan lainnya, dan kalau tidak dikasih mereka mengintimidasi. Sehingga Ormas yang tidak mendapat tempat di kota besar lari ke daerah, kata Sugiyarto, makanya kita melakukan persiapan jangan nanti di kota-kota besar selesai lari ke daerah.

” Dalam sosialisasi Ormas tadi di bahas soal pakaian dan atribut Ormas, sesuai regulasinya ucap Sugiyarto tidak boleh menyamai TNI-Polri, karena setiap lambang ada makna dan fungsinya,” tegasnya

Sosialisasi ini berangkat dari data Ormas lama yang ada di Kesbangpol Tebo, kalau berkembang di lapangan bisa saja banyak yang belum terdaftar di pemkab Tebo. Kalau Ormas yang baru, seperti Grib Jaya, ada beberapalah baru registrasi di Kesbangpol Tebo. Kaban kesbangpol Tebo Sugiyarto menekankan, pentingnya Ormas harus memahami UU No 17/2013 tentang Ormas.

Sementara itu Wakil Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tebo Hafizan Romy Faisal yang turut hadir dalam sosialisasi organisasi kemasyarakatan tersebut menerangkan, kalau melihat situasi dan kondisi di Kabupaten Tebo, keberadaan Ormas ini sifatnya masih dalam kategori pendampingan terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat.

” Dikabupaten Tebo belum ada Ormas yang menonjol melakukan dugaan pungli, apalagi perebutan area kekuasaan, tapi lebih melakukan fungsinya kepada pendampingan dan sosial kontrol terhadap kebijakan pemerintah,”kata Romi.

Pada kesempatan itu, Ia meminta Pemerintah daerah (Pemda) untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih besar dan merugikan masyarakat.

“Deteksi dini ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, termasuk penggunaan teknologi, pelatihan kewaspadaan, dan peningkatan komunikasi antarpihak,” tandas Romy. (JOS)

Editor : David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA