
JambiOtoritas.com, TEBO – Inspeksi mendadak komisi III DPRD kabupaten Tebo pada proyek rekonstruksi jalan dan tanggul penahan tebing di desa pagar puding kecamatan Tebo ulu menemukan banyak kejanggalan. PT. Pulau Bintan Bestari, pelaksana pekerjaan konstruksi yang menelan anggaran 20,4 milyar itu ternyata tidak didukung kelengkapan sarana pendukung pekerjaan yang memadai. Bahkan ‘mengangkangi SOP’ pekerjaan konstruksi tersebut.
Anggota DPRD Tebo dapil setempat yang turut mendampingi komisi III DPRD Kabupaten Tebo, Mursalin saat diwawancarai melalui video Call saat Sidak mengatakan dari hasil temuan dilapangan bahwa membenarkan laporan masyarakat tentang pemotongan seetfile oleh pekerja dilokasi. Bahkan ditemukan material yang patah.
“Mereka mengakui bahwa itu kesalahannya dan meminta maaf soal pemotongan sheet pile (tiang pancang) itu yang seharusnya masih bisa masuk kedalam tanah. Temuan ini akan kita bawa ke DPRD untuk di RDPkan,” kata Mursalin.
Mursalin menyebutkan bahwa dalih seetfile yang tertanam tidak lagi bisa masuk kedalam tanah terbantahkan. Untuk memastikan hal itu, dewan meminta operator menekan sepuluh kali dengan Kalendering atau Hammer dan ternyata sheet pile masih bisa masuk ke dalam tanah, menandakan belum sampai kebagian struktur tanah keras.
” Kami menemukan crane dalam kondisi rusak dan jumlah pekerja lapangan yang tidak jelas. Ketika kita minta dokumen mereka lambat memberikan,” ungkap Mursalin dihubungi via ponselnya, Rabu (17/9/2025).
Selain itu, kata Mursalin, dilokasi tidak ditemukan time skedule pekerjaan yang di tempel ditempat. Jadi, rekanan dalam proses pelaksanaan pekerjaan tidak menjalankan SOP yang benar. Dengan kejadian ini Komisi III DPRD Tebo akan melaporkan temuan itu kepada Bupati Tebo, dan BPBD Tebo, juga akan ditembuskan ke KPK RI dan Komisi VIII DPR RI.
Melihat proses pembangunan tanggul penahan tebing sungai batanghari itu, pihak BPBD Kabupaten Tebo merespon bahwa tetap menyalahkan Generel Superintendet (GS) karena dari awal sudah diingatkan agar SOP dijalankan karena waktu sangat mepet, pada bulan Oktober pekerjaan sudah harus selesai. (JOS)
Editor : David Asmara