
JambiOtoritas.com, TEBO – Polemik proyek rigid beton jalan poros Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, yang baru sehari dicor sudah retak akhirnya direspon Dinas PUPR Kabupaten Tebo. Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tebo, Adrian, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir jika pekerjaan menyimpang dari spesifikasi.
“Pekerjaan masih berlangsung dan nanti PPTK bersama tim PHO akan turun melihat teknis. Saya tidak akan mentolelir, jika menyimpang dari spesifikasi akan tanggung sendiri resikonya,” kata Adrian, Jum’at (18/9/2026)
Proyek yang disorot warga tersebut diketahui memiliki volume panjang 450 meter, lebar 4 meter, dan tebal 20 centimeter dengan nilai kontrak Rp951,5 juta yang dikerjakan CV Anugrah. Proyek tersebut merupakan akses utama antar desa dan jalur angkut sawit dengan beban hingga 12 ton.
Sebelumnya beredar video pengecoran yang menunjukkan adukan beton tidak menggunakan batu split, padahal untuk mutu f’c 14,5 MPa (K175) komposisi wajib 1:2:3. Warga juga memprotes pembesian, dimana warga meminta besi behel ukuran 10 mm namun yang dipasang hanya besi 6 mm dengan alasan keterbatasan anggaran.
Menanggapi soal mutu yang dipersoalkan warga, Adrian menyebut pihaknya harus menyesuaikan antara anggaran yang tersedia dengan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perbatasan.
Menurut dia, pemerintah kabupaten Tebo senantiasa menjangkau wilayah perbatasan untuk pemerataan pembangunan dengan anggaran yang tersedia.
“Saya sudah sampaikan kepada Kades, jika dibuatkan mutu beton yang lebih tinggi konsekuensinya volumenya hanya lebih pendek,” kata dia.
Adrian memastikan, meski pekerjaan masih berlangsung, pembayaran tidak akan dilakukan sebelum Provisional Hand Over (PHO) dan pengecekan teknis oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bersama tim.
Warga sendiri sebelumnya mendesak Dinas PUPR menunda pembayaran dan melakukan uji Core Drill serta Hammer Test untuk memastikan kuat tekan beton benar-benar mencapai K175.(JOS)
Editor : David Asmara