bagikan
Foto ilustrasi/dok JOS

JambiOtoritas.com, TEBO – Organisasi perangkat daerah (OPD) dinas kependudukan dan catatan sipil kabupaten Tebo tengah berupaya mengambil langkah strategis menyusul kekurangan stock tinta reborn untuk keperluan cetak KTP dan KIA. Tidak hanya itu saja akibatnya pelayanan dinas hanya mencetak kebutuhan dokumen yang sifatnya sangat penting atau krusial saja.

” Stock tinta kita hampir habis sementara kita upayakan meminjam dari kabupaten tetangga, hari ini datangnya. Perekaman tetap dilakukan hanya untuk pencetakan sementara dipilah yang dianggap krusial dulu,” kata kepala dinas Dukcapil Tebo, Drs. Supriyanto, Selasa (21/9/2021).

Diakuinya, pencetakan dokumen kependudukan ada yang tertunda tetapi tidak semua. Nanti setelah tinta yang kita pesan datang langsung dicetak. Keadaan ini mungkin akan berlangsung hingga dua hari kedepan.

Disampaikannya, menyusul kebijakan penghentian anggaran APBN (DAK) tahun anggaran 2022 untuk pencetakan administrasi kependudukan dihentikan diseluruh daerah se Indonesia. Daerah harus mempersiapkan anggaran melalui APBD kabupaten Tebo. Dukcapil akan berkoordinasi dengan TAPD dan DPRD kabupaten Tebo.

” Besok ada undangan zoom meeting dengan pihak kemendagri, kementrian keuangan, komisi II DPR RI, kementrian keuangan, dinas dukcapil provinsi dan kabupaten/kota. Membahas lanjutan rapat virtual sebelumnya mengingat banyaknya keluhan daerah saat rapat sebelumnya, ” ucap Supri.

Namun demikian, rapat besok mudah-mudahan ada dana pengganti dana DAK ini. Mengingat dalam setahun kabupaten Tebo mencetak lebih dari 2500 keping KTP, KIA dan dan dokumen kependudukan lainnya juga diperhitungkan pencetakan dokumen hilang dan rusak.

” Sesuai kebutuhan kita memerlukan anggaran sekitar 600 juta khusus untuk kebutuhan proses pencetakan. Sementara tahun ini kabupaten Tebo terima transfer DAK mencapai 1,2 milyar,” katanya. (JOS)

Penulis : David Asmara