bagikan
Camat VII Koto Ilir M. Syarif

JambiOtoritas.com, TEBO – Riak Bimtek anggota BPD empat desa yakni Paseban, TKPI, Balai Rajo dan desa sungai karang dalam kecamatan VII Koto Ilir mencuat setelah melakukan kegiatan tanpa rekomendasi bupati Tebo. Kepala dinas PMD berencana memanggil peserta Bimtek untuk diminta klarifikasi seputar kegiatan yang dilakukan selama tiga hari di hotel Amaris Muara Bungo, pada pekan lalu.

” Kita tidak melarang mereka belajar tetapi ini mungkin hanya masalah etika saja. Kegiatan diluar daerah semestinya harus ada rekomendasi dari bupati. Saya sendiri tidak ada menaikkan nota dinas ataupun merekomendasi pegawai PMD jadi narasumber kegiatan itu,” ujar kepala dinas PMD kabupaten Tebo, Nafri Junaidi, SH, Senin (18/10/2021).

Untuk menindaklanjuti Bimtek BPD dari kecamatan VII Koto Ilir tanpa rekomendasi ini. Menurut Nafri, kita belum sampai ke tahap memberikan teguran.

” Saya sungguh tidak tahu mereka (BPD) membuat kegiatan Bimtek di kabupaten Bungo, kemarin itu. Maka kita akan panggil, untuk minta klarifikasi. Karena kalau, katanya ada surat dari panitia kegiatan itu, saya tidak melihat ataupun merekom ke bupati. Surat itu tidak pernah sampai ke meja saya,” katanya.

Sementara itu, camat VII Koto Ilir, M. Syarif dihadapan sejumlah wartawan menyatakan panitia penyelenggara sudah berkoordinasi dengan PMD bahkan ada suratnya. Kecamatan dalam hal ini cuma memfasilitasi dan mengikuti kehendak dari pihak desa.

” Setahu saya panitia sudah koordinasi dengan PMD, suratnya juga ada. Tidak ada rekom, kami tidak tahu, kan panitia yang ajukan. Surat dari panitia itu diajukan ke PMD. Panitia melapor kepada kami sudah oke, kami ikut. Karena murni anggarannya dari desa,” kata Syarif di DPRD Tebo. (JOS)

Penulis : David Asmara