
JambiOtoritas.com, TEBO – Sebanyak 831 anak di Kabupaten Tebo tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS) pada tahun ajaran 2025/2026. Data valid dari Admin Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Dikbud Tebo ini mengungkap pekerjaan rumah besar dunia pendidikan Tebo.
Rinciannya, jenjang SD Sederajat 345 jiwa, SMP Sederajat 478 jiwa, dan SMA Sederajat 12 jiwa. Dari sisi jenis kelamin, 581 jiwa laki-laki dan 254 jiwa perempuan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Rahman Dwiyatna, menjelaskan bahwa pendataan ini merupakan program nasional dari Kementerian Pendidikan.
“Untuk pendataan itu, itu program dari kementerian. Nanti disusun RTL, rencana tindak lanjut se-Indonesia,” ujar Rahman, Kamis (20/8/2026) petang via telepon selulernya.
Menurutnya, program tersebut dijalankan oleh BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) sebagai perpanjangan tangan kementerian di daerah. BPMP meminta suplai data ATS dari daerah untuk kemudian disusun program nasional untuk mengurangi angka anak tidak sekolah.
“Memang baru. Selama ini kan kita ndak punya data. Karena dalam proses ini data yang kita himpun itu seperti apa, apakah masalah ekonomi atau jarak sekolah, itu teknisnya di Pak Dadang,” jelasnya.
Dadang sendiri adalah Admin Dapodik Dikbud Tebo yang secara teknis mengerjakan pendataan tersebut.
Rahman menegaskan, persoalan ATS ini bukan hanya persoalan Kabupaten Tebo, melainkan persoalan se-Indonesia yang kini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
“Permasalahan se-Indonesia. Bukan kita Kabupaten Tebo saja. Artinya ada perhatian serius dari negara. Nanti data ini akan diserahkan ke pemerintah pusat untuk disusun lagi programnya apa untuk mengurangi itu,” tutupnya.
Data 831 anak ini menjadi alarm bahwa validasi saja tidak cukup. Dibutuhkan tindak lanjut nyata untuk mengembalikan hak belajar ratusan anak Tebo ke bangku sekolah.(JOS)
Editor : David Asmara