50 Hektare Kawasan HPT Tabir Kejasung di Tebo, Diduga Dibakar OTK

waktu baca 2 menit
Rabu, 9 Sep 2026 18:10 242 JambiOtoritas
Ilustrasi – Kebakaran hutan dan lahan seluas 50 hektare di kawasan HPT Tabir Kejasung, Teluk Pandak, Tebo Tengah, yang diduga sengaja dibakar OTK pada malam hari. (Foto: Ilustrasi/AI JambiOtoritas.com)

JambiOtoritas.com, TEBO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas 50 hektare di wilayah Teluk Pandak, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo diduga sengaja dibakar orang tak dikenal (OTK). Api bersumber dari kawasan Hutan Produksi Tetap (HPT) Tabir Kejasung yang dikuasai secara ilegal.

Hal tersebut dinyatakakan kepala Seksi Perlindungan Hutan KPHP Unit X Tebo Timur, Suhirman. Dia meluruskan informasi sebelumnya yang menyebut lahan terbakar merupakan milik Kelompok Tani Hutan (KTH) Patah Tumbuh. Berdasarkan investigasi lapangan bersama Kepala KPHP, luasan 50 hektare yang terbakar sebagian besar berada di luar areal kelola KTH Patah Tumbuh, meski masih dalam satu kawasan HPT Tabir Kejasung.

“Yang 50 hektare terbakar itu juga di luar lahan KTH Patah Tumbuh. Lahan Patah Tumbuh itu hanya sekitar 15 sampai 20 hektare,” ujar Suhirman kepada JambiOtoritas.com, Rabu (9/9/2026) via telepon seluler.

Suhirman mengungkapkan, lahan KTH Patah Tumbuh seluas 15-20 hektare tersebut sempat terbakar kembali pada 2 September lalu, namun berhasil dipadamkan anggota kelompok tani. Sementara sumber api utama berasal dari lahan seluas 30 hektare di sekitarnya.

Dikatakannya, saat itu api dengan cepat membesar dan melompat-lompat hingga merembet ke lahan KTH. Kondisi malam hari membuat api sulit dikendalikan.

“Api besar itu melompat-lompat ke lahan KTH Patah Tumbuh. Anggota KTH sudah berjaga-jaga, tapi akhirnya masuk juga, tidak bisa dipertahankan karena kejadian malam hari,” jelasnya.

Dia menyebut, lahan 30 hektare itu secara status memang berada di dalam kawasan HPT Tabir Kejasung, namun telah dikuasai masyarakat dengan vegetasi campuran.

“Di luar kelompok tani tapi masih dalam kawasan HPT Tabir Kejasung yang dikuasai masyarakat. Vegetasinya campur, ada tanaman karet, di bawahnya baru ditanami sawit,” katanya.

Terkait penindakan hukum, Suhirman mengaku belum ada langkah hukum karena pelaku pembakaran tidak ditemukan di lapangan. Saat ini KPHP bersama tim gabungan fokus pada pemantauan dan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala seperti dua minggu lalu.(JOS)

Editor: David Asmara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Jelajah Berita

  1. Politik Praktis Si Pak SEKCAM (521,335)
  2. Bisnis Loading TBS Tidak Berizin Menjamur, Dampaknya Mengancam Masyarakat (482,093)
  3. ” Hukum Rimba” Jadi Pilihan Karena Kekecewaan Warga ? (377,448)
  4. Edukasi Gizi Seimbang Anak, Kodim 0416/Bute Gelar Program Dapur Masuk Sekolah di MI Alwasiah (157,187)
TONTON VIDEO PILIHAN
Personil Damkarmat Tebo giat pemadaman lahan dipermukiman warga di seputar GOR Muara Tebo
Kecelakaan kerja karyawan PT. PHK di Tebo ilir kab Tebo Jambi
LAINNYA